VOLUNTEER MEMANGGILKU

http://dsniamanah.or.id/wp-content/uploads/2017/12/Poster-Sunatan-Masal.jpg


Saya Nuri Fatwani. Bersomisili dibatam kurang lebih 12 tahun. Dan banyak hal yang saya dapatkan selama di perantauan khususnya Kota Batam. Keseharian saya bergelut dalam kinerja di sebuah perusahaan asing di Kawasan Industri Batamindo sambil nyambi kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unrika yang terkadang timbul rasa jenuh. Setelah selesai kuliah saya melanjutkan kegiatan-kegiatan lainnya untuk mengisi waktu luang. Salah satunya adalah menjadi “volunteer” atau relawan. Menjadi seorang relawan adalah hal yang tidak pernah terlintas di benak saya sebelumnya. Namun hal kerelawanan ini mulai tergali saat mengikuti beberapa kegiatan sosial yang diadakan oleh DSNI Amanah
Pertama sekali saya mengikuti kegiatan sosial DSNI Amanah saat berada di Pulau Sembur tahun 2014 dalam agenda Khitanan Massal. Dimana DSNI Amanah rutin mengadakan kegiatan-kegiatan Baksos di pulau-pulau sekitar Batam. Tentu saja banyak hal yang saya lihat secara langsung tentang kehidupan sosial dilokasi tempatan. Seperti bahasa, budaya bahkan kearifan lokal yang membuat saya ingin terus melakukan “volunteering” sedini dan sesering mungkin.
Dalam hal Volunteering saya keseringan dapat bagian ‘main-main’ bersama anak-anak. Termasuk berbagi kisah-kisah nabi atau sekedar membuat kompetisi kecil untuk mereka. Dan itu sangat menyenangkan. Kalau di ibaratkan saat saya punya masalah kerjaan banyak di kantor, terus saya butuh motivasi biar semangat bekerja, ya itu.. saya ke pulau aja banyakin ‘main-main’ bersama anak-anak hahahaha. ngakak dan tawa pingkal mereka mampu me recharge power saya. Memang efek volunteering itu luar biasa
Saat berkunjung ke salah satu pulau untuk melakukan survey lokasi, seorang anak perempuan usia sekitar 7 tahunan menghampiri kami dan berkata “kakak ini Lawa”. Yang terdengar oleh kami ‘LAWAK’ yang artinya Lucu dan kami saling bertatap beberapa detik, tak lama ibu-ibu dari dapur bilang “Lawa itu cantek dek”. Oalah.. kami memang Lawa lah dek sambil tawa geli… hahaha..
Banyak Lesson Learned yang saya terima ketika volunteering dimanapun itu. Pelajaran akan bersyukur atas pencapaian saya saat ini dan doa orangtua saya yang tak putus untuk anak-anaknya.
Salah satu pengalaman berkesan saya ketika bersama Tim DSNI Amanahmelakukan volunteering di Palu & Donggala sekitarnya. Ini adalah tempatan terjauh dan pengalaman baru di lokasi bencana saya selama menjadi seorang relawan. Berat? Iya, karena seringnya saya baper akan kondisi disana terutama anak-anak. Namun, tugas harus tetap jalan. Selama melakukan Trauma Healing di beberapa lokasi, Saya membuat target sendiri yang tersusun dalam kalimat “Setidaknya mereka bisa tersenyum tulus dan lupa sesaat akan kondisi yang sedang dihadapi”
Saya bepergian bersama Ahmad si boneka puppet yang menjadi partner saya ketika berkisah dan bermain. Ada juga Atan puppet monyet milik kak Akhi Anto yang juga mengiringi ketika berkisah. Masyaallah.. anak-anak kalau sudah Ahmad & Atan berkisah.. mulai riuh suasana karena tingkah lucu mereka dan anak-anak selalu rebutan untuk salaman.
Pengalaman berkesan lainnya saat bersama DSNI Amanah adalah ketika berada di Sigi, tepatnya di lokasi pengungsian. Selepas Magrib, kami memulai tugas untuk memberikan Trauma Healing kepada anak-anak yang berada di bawah tenda pengungsian. Berkisah, bernyanyi hingga berkompetisi kami lakukan. Karena anak-anak banyak kehilangan harta benda terutama peralatan sekolah, tim DSNI Amanah sudah mempersiapkan kelengkapan belajar untuk mereka. Masyaallah wajah anak-anak semakin berseri dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Sungguh luar biasa gerakan ini. Seakan tak ingin beranjak pergi. Adzan isya sudah berkumandang pertanda kami harus pamit pulang dan melanjutkan persiapan kegiatan besok.
Keesokan pagi, kami melanjutkan TR ke lokasi Donggala dan sekitarnya. Lokasi pertama adalah Sindue, sebuah tempat yang lumayan jauh dari kota hingga sinyal pun tak tampak. Selain memerikan TR, DSNI Amanah juga memberikan bantuan sembako dan peralatan sekolah untuk penduduk setempat yang terkena dampak Gempa. Seperti biasa saya kebagian tugas ‘main-main’ bersama anak-anak. Dan ketika bernyanyi suara mereka terdengar sangat bersemangat dan saya pun semakin semangat untuk berkisah.
Selesai di Sindue, kami berlanjut lagi ke lokasi Kayumalue. Disana saya dihadapkan dengan masyarakat semua umur. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak dan nenek-nenek. Masyaallah semua bergembira dan semangat walau dalam keadaan tidur dan makan seadanya.
Pengalaman Volunteering di Palu & Donggala semakin membuka mata saya untuk selalu berbuat baik apapun itu. Karena Hal yang luar biasa adalah SUKARELA.
Terimakasih DSNI Amanah yang telah mempercayakan dan mengandalkan saya untuk selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan sukarela.
Thanks & Regards,
Nuri Fatwani
Sampaikan Zakat, Infaq/sedekah dan Wakaf Bapak/Ibu melalui layanan DSNI Amanah komplek masjid Nurul Islam kawasan Industri Batamindo Batam
Atau melalui transfer bank ke rekening 
Mandiri : 109.000.3102.548 Atas nama Dana sosial Nurul Islam Amanah
BNI Syariah : 04.0001.0004 atas nama Dana sosial Nurul islam
BSM : 700.6303.794 atas nama dana sosial Nurul Islam
Konfirmasi kan donasi Anda:
Call Center: 0770 611901
WhatsApp : 087894269053
www.dsniamanah.or.id
www.instagram.com/dsni_amanah/

Share Button
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas