MENIMBANG KEMERDEKAAN DENGAN 5 HAL

http://dsniamanah.or.id/wp-content/uploads/2017/12/Poster-Sunatan-Masal.jpg


MENIMBANG KEMERDEKAAN DENGAN 5 HAL
Oleh : Ir. Moch. Arief
(Direktur Eksekutif Nurul Islam Group – Batam)
 
 
69 tahun sudah usia kemerdekaan negara kita Republik Indonesia. Sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah rahmat Alloh SWT kepada bangsa Indonesia. Rahmat ini diberikan oleh Alloh berbentuk kemerdekaan sebagai buah dari perjuangan panjang dari para syuhada kemerdekaan pada jamannya masing-masing. Kemerdekaan selain sebagai rahmat juga sebagai ni’mat yang Alloh hidangkan buat kita, yang dengannya kemudian apakah kita mampu mewujudkan kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan lahir batin ? Di usia ke enam puluh sembilan tahun pasca kemerdekaan, kita bisa mengaca dan menilai apakah perjalanan sekian tahun negeri ini mengarah kepada ‘baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur’, negeri yang makmur berlimpah ampunan dari Alloh SWT atau malah kontradiktif ? Agaknya dahi kita mengernyit mendengar jawabannya.
 
Islam memandang ada 5 hal mendesak dan penting yang harus dijaga oleh setiap kaum muslimin dan bahkan semua orang, agar kehidupan bisa ditegakkan. Ke 5 hal tersebut juga sebagai indikator bagaimana negara atau pemerintah atau masyarakat membangun dirinya secara bermartabat. Islam mengenalnya  sebagai ‘adh-Dharuriyat al-Khamsu’ (lima perkara mendesak pada kehidupan manusia).
 
Pertama, menjaga AGAMA (Hifzu Al-Din). Fakta penciptaan manusia dan jin adalah perkara penyembahan kepada Aloh SWT, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku’, [Adz-Dzâriyat/51: 56]. Dan penyembahan hanya diperuntukan kepada Alloh SWT saja, tidak kepada yang lain. Maka, menyekutukan Alloh SWT atau syirik adalah dosa besar dan tidak terampunkan. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. [An-Nahl/16 : 36]. Selain perkara-perkara ubudiyah dan penyekutuan Alloh (syirik), juga penodaan atau kemurnian agama (Islam). Realitasyang ada di negeri ini, kita bisa saksikan praktek-praktek syirik dan taghut di berbagai media televisi seperti peramalan dan peruntungan dalam berbagai bentuknya tanpa pelarangan sedikitpun, munculnya berbagai aliran sesat yang menodai kemurnian ajaran Islam, pun juga tanpa larangan dan tindakan tegas. Institusi agama dan umat terancam!.
 
Kedua, menjaga JIWA atau NYAWA (Hifzu An Nafs). Harkat manusia hilang dengan hilangnya jiwa atau nyawa. Oleh karena itu, Islam sangat melarang bunuh diri dan pembunuhan. Nyawa seorang manusia harus dijunjung tinggi dan dilindungi. Penegakan hukum qishas sesungguhnya adalah untuk perlindungan kepada kehidupan manusia itu sendiri, agar manusia tidak semena-mena dengan mudah menumpahkan darah saudaranya. “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa” [Al-Baqarah/2:179]. Hukum harus ditegakkan untuk memberikan perlindungan akan hilangnya nyawa manusia. “(Di antara sifat hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang yaitu) tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina”. [Al-Furqân/25: 68]. Lihatlah saat ini di negeri yang kita cintai ini, begitu mudahnya nyawa ditumpahkan dalam urusan-urusan sengketa harta, persaingan usaha, etnis dalam berbagai kasus. Bahkan tuduhan teroris akrab kali dipakai untuk menculik, mengambil, dan memerangi saudara kita kaum muslimin. Duhai rendahnya nyawa ini!.
 
Ketiga, menjaga AKAL (Hifzu Al Aql). Akallah yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya, dan dengan akalnya manusia mampu membedakan halal dan haram. Syareat Islam dibebankan kepada manusia karena didalam diri manusia ada akal, yang mampu memahami perintah dan larangan, serta melaksanakannya. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat merusak akal sangat dilarang, seperti khamr, Miras – minum-minuman keras, alkohol, narkoba, ganja, termasuk juga adalah merokok yang oleh dunia kesehatan ditolak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr itu haram”. Faktanya bahwa peredaran Miras masih sulit dibendung apalagi dimusim lebaran, begitu juga narkoba yang korbannya anak-anak muda dari kalangan biasa hingga orang kaya. Apalagi merokok meskipun iklannya menyebutkan ‘merokok membunuhmu’ tetap saja penggunanya mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek melenggang. Pemerintahpun tetap berikan sokongan  dengan dalih padat karya dan pemberi cukai terbesar bagi pemasukan (pajak) ke pemerintah. Masya’alloh!.
 
Ke-empat, menjaga HARTA (Hifzu Al Maal). Harta adalah kehormatan yang Alloh titipkan kepada manusia. Oleh karenanya, semua orang harus mencarinya dengan cara terhormat, memanfaatkannya dengan tidak boros dan mubazir sesuai keperluan, menjaganya dengan baik dan mengeluarkannya dalam bentuk sadaqah dan zakat untuk membersihkannya dan melindunginya. “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya”. [Al-Isrâ : 26-27]. “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” [Al-An’am/6 :141]. Maka, pencurian, pengambilan harta tanpa hak, suap-menyuap, apalagi korupsi jelas-jelas tindakan terkutuk. Kini, kita menyaksikan betapa pemberitaan di media televisi setiap hari isinya korupsi dan korupsi, dan negeri ini soal korupsi adalah negara papan atas. Naudzubillah!.
 
Kelima dan terakhir, menjaga KETURUNAN (Hifzu An Nasl). Harkat kemanusiaan akan terjaga dengan terjaganya nasab atau keturunan. Oleh karenanya segala hal yang dapat merusak kemurnian keturunan, sangat dibenci. Seperti pegaulan bebas, perzinahan, free sex, gay, lesbian dan berbagai komunitas pengumbar nafsu. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. [Al-Isrâ/17: 32]. Bukankah hari ini komunitas para gay dan lesbian di negeri ini minta diterima dan disahkan oleh pemerintah. Di Batam saat ini ada 3000 (tiga ribu) remaja LSLL (laki suka laki-laki alias gay).
Kemerdekaan yang telah kita raih, degan kondisi kekinian dan sebagai rasa syukur  ada baiknya merenungi QS. Al ‘Araf : 96 : “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”.
Semoga Alloh terus mengampuni dan membukakan jalan keluar yang terbaik bagi kita semua. Insya’alloh. Wallahu’alam bishawab.
 
 
 
 
 
 
Share Button
%d blogger menyukai ini: