| Harapan Warga Pulau Petong, Galang |
|
Pulau Petong Butuh Sarana Air Bersih
“Jika ada donatur atau muzakki yang akanmemberikan bantuan kepada kami, tentu kami akan mengatakan bahwa yang dibutuhkan kami adalah sarana air bersih berupa sumur bor dan perlengkapannya”,demikian dikatakan oleh Ust. Amin saat menerima rombongan tamu pada Safari Ramadhan LAZ DSNI Amanah (5/9/09). Ia adalah salah satu dai pulau yang merupakan wilayah binaan Program Pembinaan Desa Pantai (PDP). Dahulu pulauPetong merupakan daerah binaan Dana Amanah yang saat ini telah bergabung dengan DSNI Amanah. Penempatan dai di pulau Petong dimulai sejak tahun 2000. Selain kebutuhan air bersih, sarana lain yang dibutuhkan adalah ruang belajar Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Saat ini untuk proses belajar TPA masih tetap di Masjid Al Mukmin, yaitu di serambi bagian kiri dan kanan. Menurut Ust. Amin, Masjid Al Mukmin telah tiga kali mengalami pemugaran. Dana yang dipergunakan untuk pembangunan masjid berasal dari bantuan pemerintah setempat dan juga warga pulau Petong.
Potensi Yang Belum Tergarap Masyarakat Pulau Petong yang terdiri dari 93 Kepala Keluarga hampir 90%-nya merupakan nelayan tradisional. Mereka biasa menangkap ikan tidak jauh dari garis pantai. Tanpa disadari para nelayan itu sering melempar jangkar tepat di atas daerah terumbu karang. Biasanya hal itu dilakukan saat menggunakan alat tanpa pancing untuk menangkap sotong atau cumi-cumi. Pada kenyataannya upaya untuk menguak potensi kelautan dan perikanan di Pulau Petong masih dihadapi beberapa kendala. Fasilitas infrastruktur seperti dermaga pelabuhan yang memadai masih belum tersedia di sana. Terlebih belum ada transportasi laut yang tetap antara pulau Petong dan Pulau Batam. Butuh waktu kurang lebih 2 jam dari Pulau Galang (Bagian dari Pulau Batam) untuk sampai ke Pulau Petong menggunakan kapal motor nelayan. Belum lagi masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang benar-benar melumpuhkan kegiatan melaut masyarakat nelayan di Pulau Petong. Betapa tidak, jangankan di Pulau Petong yang letaknya jauh dari pusat Kota Batam, di Pulau Galang saja yang dekat sulit mendapatkan BBM. Untuk sarana penerangan di pulau Petong menggunakan mesin diesel. (gun/berbagai sumber) |