| Safari Ramadhan LAZ DSNI Amanah |
|
Safari Ramadhan LAZ DSNI Amanah Potensi Zakat Indonesia Rp 19,3 T per Tahun
Sabtu (5/9) DSNI Amanah mengadakan Safari Ramadhan 1430 H ke beberapa tempat sekitar Pulau Galang. Antara lain Pulau Abang, Pulau Petong, dan Pulau Nguan. Kegiatan rutin setiap Ramadhan ini diikuti oleh Majelis Taklim yang ada di Kawasan Industri Batamindo (KIB), Donatur, Muzaki, para dai dan karyawan DSNI Amanah. Para peserta yang terdiri 40 orang harus melewati perjalanan yang cukup panjang, mulai dari jalan darat dengan menggunakan 1 bus dan 2 kapal yang biasa disebut pompong. Gelombang dan angin yang kencang tidaklah menyusurutkan niat para peserta yang mengikutinya.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam sampailah di Pulau Abang kecamatan Galang. Pulau yang berpenduduk sekitar 1500 orang ini sebagian besar adalah nelayan. Sambutan hangat pun dirasakan saat para rombongan memasuki plantar (pelabuhan)kapal. Peserta Safari Ramadhan langsung menuju Masjid Jami’al Jannah.
Kegiatan Rutin Dai Setiap Bulan Ir.H. Moch Arief selaku Direktur DSNI Amanah dalam sambutannya di Pulau Abang mengatakan kunjungan ke pulau binaan adalah rutin setiap bulan dilaksanakanhanya untuk bulan Ramadhan kita melaksanakannya lebih sedikit berbeda yaitu ditambah acara buka puasa bersama dan dilanjutkan shalat tarawih berjamaah.DSNI Amanah telah menempatkan dainya di daerah hinterland sejak tahun 2000.Saat ini tercatat sebanyak 35 dai yang tersebar dibeberapa pulau termasukBatam. Disaat yang sama Ir. H. Moch Arief juga menyebutkan begitu besarnya potensi Zakat yang dapat digali di Indonesia hanya saja semua itu belum tergarap dengan baik. Jika dimaksimalkan perolehannya dan kelola dengan benar dan sesuai dengan fungsinya bukan tidak mungkin zakat mampu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Potensi zakat kita sangat besar. Hasil satu riset menyimpulkan bahwa potensi zakat di Indonesia sebagai negara Muslim terbesar ini sejumlah Rp 19,3 triliun per tahun.(sumber : republika.or.id) SedangkanUstadz Azhar dalam Tausyiahnya yang bertema “Kerberkahan Silaturahmi” Mengatakan jika kita ingin umur kita menjadi barakah maka perbanyaknya silaturahmi akan ada nilai tambah saat kitamelaksanakannya. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada DSNI Amanah yang terus berjuang untuk dai dan kemajuan dakwah Islam di pulau. Seiring perkembangannya dai sudah merasakan nikmatnya hidup di tengah-tengah masyarakat pulau. Padaawal penempatan selalu ada keluhan dari para dai namun kondisi itu telah diatasi berkat adanya silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan penduduk setempat dan DSNI Amanah. Menurut Ustadz Azhar dahulu penempatan dai hanya 4 tahun kedepan setelah itu akan dilepas, ternyata program berlanjut dan kini pun terus ada penambahan dai untuk pulau tertentu seiring keinginan untuk memahami Islam secara benar.
Wisata Laut Pulau Abangadalah pulau kecil yang berada di sebelah selatan kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran 10 km persegi dan berjarak 60 km dari daerah Muka kuning pulau Batam. (sumber : Wikipedia ) Pulau Abang ini dapat dituju dengan menggunakanperahu bot atau lebih dikenal bot pompong dari jembatan 6 Barelang. Pulau Abang merupakan tempat wisata laut yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota Batam dan akan dijadikan salah satu daya tarik program Visit Batam 2010. Selain pantainya yang indah dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias berwarna-warni dan yang dianggap setara dengan pantai Bunaken di wilayah Indonesia bagian barat, wilayah laut di sekitar Pulau Abang dan pulau Petong banyak dikunjungi oleh para penggemar mancing ikan. Jenis ikan yang didapat antara lain adalah ikan selar, lencing, pasir merah, kakap merah, pinang, ikan buntal,dan lain-lain. Sebelum mengakhiri kunjungan di pulau Abang dilaksanakan pemberian bantuan operasional untuk Masjid Jami’al Jannah. Dan juga pemberian bingkisan berupa Media permainan Tangga Anak Shaleh (TAS), sejenis permainan ular tangga yang telah diperbaharui untuk mengembangkan mental, ilmu pengetahuan orang tua dan anak. Dan untuk penjelasan kegunaannya Ir. H. Moch Arief menerangkan cara memainkan Media TAS tersebut. Antusias warga dan dai yang hadir juga terlihat saat dijelaskan cara penggunaannya. (gun) |