LATAR BELAKANG
Awalnya adalah program Tebar Hewan Qurban (THQ). Program pengiriman hewan dan daging qurban kewilayah-wilayah binaan DSNI Amanah di kawasan hinterland yang rutin dilakukan sejak tahun 2003 berhasil menghimpun dukungan yang mengagumkan.
Pada tahun 2007 berhasil dikumpulkan 44 ekor kambing, 17 ekor sapi yang disebar ke lebih dari 2000 KK.
Namun tahun 2007 adalah tahun ke-2 dimana Idul Adha bertepatan dengan musim hujan dan angin besar yang menghalangi pengiriman hewan hidup dan daging qurban terutama kewilayah-wilayah terluar yang menyeberangi laut terbuka. Untuk kedua kalinya, beberapa wilayah tidak mendapatkan hewan qurban yang telah disediakan.
Wilayah-wilayah seperti Pulau Karas dengan 4 wilayah binaan, Pulau Abang dengan 2 wilayah binaan dan Pulau Petong juga dengan2 wilayah binaan tidak dialokasikan untuk mendapat pengiriman hewan dan daging qurban. Perjalanan laut 1-2 jam dengan tinggi gelombang 1 - 2m sangat beresiko, baik bagi keselamatan petugas dan hewan qurbannya.
Kondisi alam yang tidak dapat diprediksi menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Karena itu diperlukan pendekatan lain untuk meminimalkan resiko gangguan alam. Salah satunya adalah mendirikan sentra distribusi diwilayah-wilayah tersebut. Hewan dapat didistribusikan dalam jarak tempuh yang pendek dan relatif aman.
DEFINISI PROGRAM
Program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya hewan ternak yang dijalankan oleh mustahiq dan Lembaga.
TUJUAN
Tujuan utama pengelolaan dana masyarakat (zakat, Infaq, waqaf, hibah dan sejenisnya) adalah pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan dilakukan dengan sinergi 3 pihak: donatu/stake holder-pengelola-penerima program.
DSNI Amanah telah melakukan Tebar Hewan Qurban (THQ) sejak 2004. Kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan masyarakat kurang mampu melalui budidaya ternak sekurangnya untuk kebutuhan THQ
TEKNIS PROGRAM
BTS dilaksanakan dengan tiga pendekatan
- Program Plasma. Induk hewan dikelola oleh masyarakat dengan bagi hasil anak dari induk tersebut
- Program Penggemukan. Hewan qurban dipelihara oleh masyarakat. Pada Hari Raya Qurban, pemilik membeli kembali hewan tersebut dengan membayar selisih berat hewan sebagai infaq
- Investasi Qurban. Induk hewan dikelola oleh unit budidaya DSNI Amanah. Donatur menerima secara rutin satu hewan qurban/tahun mulai tahun ke-3. Hasil budidaya lainnya digunakan untuk program DSNI Amanah. Program ini akan diluncurkan setelah persiapan teknis dan dayadukung telah selesai dipersiapkan.
LOKASI PROGRAM
Pulau Batam
- Tanjung Piayu Laut untuk Program Plasma dan Penggemukan (percontohan)
- Tembesi untuk budidaya dan Program Investasi Qurban (Unit Budidaya DSNI Amanah)
Kawasan Hinterland
- Dusun Air Saga, Pulau Abang untuk Program Plasma dan Penggemukan (percontohan)
- 30 Desa Pantai binaan untuk Program Plasma dan Penggemukan (pengembangan)
SASARAN PROGRAM
- Mengembangkan sumber Mata Pencarian Alternatif (MPA) masyarakat
- Media sinergi antara donatur/stakeholder dengan DSNI Amanah dan binaannya
- Mengembangkan sumber-sumber pembiayaan baru untuk program-program DSNI Amanah
- Mengembangkan sumber hewan ternak mandiri untuk kebutuhan DSNI Amanah dan masyarakat
PENERIMA PROGRAM
Keluarga kurang mampu di Pulau Batam dan Kawasan Hinterland berdasarkan hasil verifikasi DSNI
SUMBER DAYA
Untuk mendukung program ini, DSNI Amanah telah mempersiapkan sumber-sumber daya berikut:
- Dai Pulau sebagai penanggung jawab program Plasma dan Penggemukan di desa binaan.
- Sumber Daya Insani lembaga yang ditunjuk khusus untuk program ini.
- Pihak Ke-3 Mitra DSNI Amanah untuk lokasi budidaya, kandang dan perawatan hewan yang terikat dalam Perjanjian Kerjasama
- Kampung Ternak, lembaga pengembangan ternak qurban di bawah Dompet Dhuafa Republika sebagai mitra konsuttasi
PENGEMBANGAN
Hewan dan dana hasil program ini akan dipergunakan untuk:
- Program berbasis santunan dan produktif
- Pengembangan Kemandirian Masyarakat (KEM) yaitu kelompok masyarakat dalam wilayah terbatas yang mampu secara mandiri memenuhi kebutuhannya melalui program pemberdayaan DSNI Amanah
- Pengembangan budidaya lain (sapi, ikan air tawar) dalam lingkup pemberdayaan masyarakat
PARTISIPASI MASYARAKAT/LEMBAGA
Partisipasi dapat dilakukan sebagai
Pequrban
- Partisipasi sekurangnya satu ekor hewan.
- Pada Hari raya Qurban, hewan akan ditebar di Kawasan Hinterland
- Pemilik hewan diajak bertemu dengan pemelihara dan mengikuti prosesi pemotongan
Donatur
- Partisipasi sekurangnya 3 ekor hewan indukan
- Hewan dipelihara di unit budidaya atau disertakan dalam program plasma.
- Hasil budidaya sebagai MPA masyarakat dan pengembangan program pemberdayaan DSNI Amanah
- Donatur menerima laporan berkala hasil budidaya dan diajak untuk terlibat dalam pengembangan program
Investor
- Partisipasi 3 ekor hewan indukan
- Hewan dipelihara di unit budidaya Tembesi
- Menerima secara rutin 1 ekor qurban/tahun mulai tahun ke-3 yang akan ditebar di Wilayah Hinterland dan wilayah binaan lainnya
- Hasil budidaya dipergunakan untuk pembiayaan dan pengembangan program pemberdayaan DSNI
- Investor menerima laporan berkala hasil budidaya dan diajak untuk terlibat dalam pengembangan program
Program ini merupakan program puncak yang memerlukan ketersediaan seluruh daya dukung (Lokasi, SDM, pengetahuan) yang tengah disiapkan oleh Lembaga. Belum akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Mitra Program (Perusahaan)
- Menyerahkan sejumlah dana untuk pengembangan program melalui CSR maupun program kemitraan lainnya
- Hewan dipelihara di unit budidaya Tembesi. Hasil budidaya akan diserahkan kepada Peternak Binaan di wilayah Batam, Hinterland atau wilayah binaan/wilayah yang ditunjuk oleh Mitra
- Menerima laporan berkala tentang perkembangan program dan hewan yang dibiayai
- Mitra diikut sertakan dalam penyerahan hewan kepada peternak binaan
PERFORMANCE INDICATOR
Hingga akhir tahun 2008, kegiatan ditargetkan untuk:
- Mengadakan 150 ekor kambing bibit bagi peternak program diwilayah-wilayah binaan DSNI Amanah.
- Menyiapkan lokasi terpadu untuk:
a. Kandang pembibitan
b. Area pakan ternak
c. Kebun palawija yang memanfaatkan pupuk organik hasil kandang
d. Kolam budidaya ikan air tawar
e. Sentra pelatihan budidaya ternak
f. Sentra pendidikan alam bagi anak-anak sekolah dan masyarakat umum
- Pembangunan sarana pendukung :
a. Balai pertemuan/balai latihan
b. Rumah tinggal bagi Tenaga Pendamping Masyarakat
c. Musholla
- 10 peternak program baru dan distribusi 60 ekor bibit
Hingga akhir tahun 2009, kegiatan ditargetkan untuk:
- Memiliki fasilitas budidaya ternak Sapi
- Sentra pelatihan budidaya ternak yang diakui pemerintah di Propinsi Kepulauan Riau yang dilengkapi dengan tenaga ahli peternakan
- Sentra penjualan hewan ternak untuk konsumsi masyarakat Batam dan sekitarnya
- Menjadi fasilitas wisata yang terdiri dari
a. Wisata budidaya ternak dan ikan air tawar
b. Flying fox dan wahana tali sejenis.
c. Jungle track
d. Area perkemahan yang dilengkapi dengan lokasi barbeque
e. Area bermain anak-anak
|