65 views

HIDUP TERGANTUNG TUMPUKAN SAMPAH YANG MENGGUNUNG NENEK SULAIMAN BUTUH ULURAN TANGGAN

http://dsniamanah.or.id/wp-content/uploads/2017/12/Poster-Sunatan-Masal.jpg

Nenek lagi buat mie rebus buat sulaiam, sekarang nenek sudah tidak satu rumah dengan dia, sekarang di buatkan rumah kecil disini karena kalau nenek tinggal serumah sama sulaiaman bahaya sama tetangga di pisah tinggalnya takut sulaiman ngabuk dan marah, ini sudah mau di gusur rumahnya (itulah sepenggal percakapan nenek sulaiman yang agak terbata-bata dan putus-putus saat team DSNI Amanah berkunjung ke rumahnya)

Nenek sulaiman tinggal di kawasan tempat pembungan akhir sampah yang berlokasi di punggur, bau yang sangat menyayat sampah-sampah atau kotoran yang basah mengelilingi perjalanan menuju kerumahnya, lalat-lalat yang bertebaran, apa lagi kondisi rumah nenek sulaiman yang kecil yang di gunakan multi fungsi, dapur tempat tidur dan tempat menyimpan perabot, baju dan lainya kusam dan kotor, rumahnya yang terbuat dari papan kayu seadanya sebagai bersandar nenek sulaiman

Sangat menyedihkan dan memprihatinkan, keseharian nenek sulaiman hanyalah pemulung, korek-korek gunungan sampah yang bauk jika hujan, bauknya semakin terasa dan sangat becek, namun jika panas debunya bertebaran kemana-mana, jika orang yang tak biasa lewat dilingkungan situ pastinya akan batuk dan lebih baik menghindar, dari hasil mulungpun tidak seberapa hanya beberapa ribu rupiah saja, sepuluh atau dua puluh rupiah jika dapat barang banyak

Nenek sulaiman bukanlah muda lagi, pendengarnya pun tidak normal lagi, dengan keterbatasan fisik sebisanya mungkin mencarai nafkah di tumpukan gunung sampah yang bauk demi menyambung hidup bersama anaknya, orang nyebutnya nenek sulaiman, sulaiman merupakan anaknya yang mengalami ganguan jiwa, maka dengan terpaksa oleh masyarakat mereka di pisah tinggalnya, yang hanya papan-papan kayu bekas mereka tinggal sebagai sandaran hidup, berteduh dari dinginya malam, panasnya matahari dan cucuran hujan yang turun

Makanpun seadanya yang terkadang hanya menghandalkan mulungnya sama sekali tidak cukup, masyarakat sekitarnya terkadang memberikan bantuan semampunya, mari bantu kesejahteraan nenek Sulaiman dalam Program Peduli lansia yaitu pelita Hati, dengan memberikan dana pensiun di setiap bulanya demi kebutuhan hidup nenek sulaiman dan anaknya

Bersama ringankan beban para lansia, Sejahterakan lansia di usia senjanya, silahkan Donasikan kepeduliaan sahabat melalui Layanan DSNI Amanah Masjid Nurul Islam Kawasan Industri Batamindo Batam, atau Transfer melalui:
CIMB Niaga 048-01-01286-000 A/n Yayasan Dana Sosial Nurul Islam
BNI Syariah 07-000-70709 A/n Yayasan DSNI Amanah Batam
BSM 700-6303-743 A/n Yayasan Dana Sosial Nurul Islam
layanan Jemput Donasi bisa menghubungi 0770-611901 atau 081364414517

Kalau bukan kita yang peduli lalu siapa lagi?
Bersama wujudkan kesejahteraan para lansia dengan peduli kita, tuluskan seyumnya diusia yang semakin lama-semakin menua, kriput wajahnya menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan melalui tua atas kehendak Allah SWT

www.dsniamanah.or.id
www.instagram.com/dsni_amanah/.com

Share Button
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas