21 views

HIDUP DI ATAS TUMPUKAN SAMPAH

http://dsniamanah.or.id/wp-content/uploads/2017/12/Poster-Sunatan-Masal.jpg

Takdir yang berlipat sepertinya buat nenek Sulaiman tulang yang mulai rapuh harus berbanting dengan yang lain berebut lahan pencarian ditumpukan sampah yang menggunung tentu saja ia tidak selalu menang dan mendapatkan hasil yang banyak, dan Allah lah pemilik segala kekuasaan hingga di takdirkannya bertemu dengan kita menyapa ruang lebih yang ada di meja makan sisa-sisa kemarin yang ada dan yang kita miliki, disana nenek Sulaiman berjuang dan Allah yang mempertemukan kita dengannya memperlihatkan semua duka yang ia rasakan

nenek Sulaiaman sebenarnya bukanlah orang terkenal tapi kami akan lebih mengenalkannya buat kita semua bahwa ada seorang nenek yang setegar karang di lautan bekerja keres tak kenal lelah dan yang mengagumkan adalah dia tidak pernah mengeluh ataupun putus asa, ia selalu bersandar hanya kepada yang kuasa Zdat yang selalu memberi Harapan kepada hambanya yang selalu berharap kepada-Nya,

bersepatu boot karet, kakinya cungkring berjilbab dan menggunakan topi, berlagak seolah dia mampu mengerjakan semuanya, tapi hatinya penuh kepiluan wajah yang mulai keriputan dan jari jemari yang keras seperti batu, ia tidak sempat untuk merasakan yang namanya kemewahan dan jalan-jalan ke Mall, makan di restoran seperti apa yang dirasakan banyak orang, lelah dan letih dalam dirinya karna kehidupan yang menghimpit, setiap hari ia bergelut dengan sampah yang menggunung ada di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) yang ada di punggur dan di sanalah ia mengais rizki dari yang halal, tinggal di tempat yang kumuh, maaf tidak bisa saya sebut rumah bukan tidak ingin menyebutnya rumah tapi memang jauh dari kata rumah bahkan lebih mirip gubuk yang sudah usang, kecil tidak lebih dari tiga meter luasnya,tidak ada bekas semen didalamnya untuk menghaluskan ruangan hanya tanah yang benjol benjol, beratap kan getah bertambalkan triplek bekas sana sini itulah tempat tinggalnya.

nenek Sulaiman tidak hidup sendirian memang, tapi disinilah kesedihan bertambah saat melihat anak semata wayang yang harus ia rawat setiap hari karna mengalami gangguan jiwa, memandikan, memasak, nyuci dan membersihkan rumah mencari riski hari ini dan juga habis di hari ini, ia lakukan semua demikian baginya tidak apa – apa dan tidak mengapa kalau saja boleh ia minta tambahan waktu yang lebih panjang agar bisa membagi waktunya dengan benar.

saat kami datang terlihat nafasnya lebih lega dari sebelumnya padahal pada hari itu kami hanya membawa sedikit bantuan untuk bisa dimasak pada hari itu, baginya itu adalah anugrah terbesar dari Allah yang pernah ia terima, semoga nenek Sulaiman panjang umur sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT, mari kita ringankan bebannya dengan menyalurkan bantuan buat nenek Sulaiaman melaluli DSNI Amanah

Transver rekening
Mandiri : 109.000.3102.548 Atas nama Dana sosial Nurul Islam Amanah
BNI Syariah : 04.0001.0005 atas nama Dana sosial Nurul islam
BSM : 700.6303.794 atas nama dana sosial Nurul Islam
BCA : 326.1711.000 dana sosial nurul islam

Layanan layanan jemput Donasi (0770) 611901/087894269053, Mudah dan Berkah. Aamiin

Share Button
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas