ANAK ASUH DSNI Amanah LULUS JADI PERAWAT

Hamida Siregar Sejak SD orang tua memang selalu ketat untuk masalah belajar, sudah di target kan harus selalu mendapatkan peringkat, but it’s ok karena saya punya mama yang selalu mengontrol sama anak-anaknya. dari SD cita-cita saya adalah be a nurse (jadi seorang perawat), kenapa? Karena sejak SD saya sudah terbiasa menemani mama untuk berobat ke Dr. spesialis penyakit dalam sarumpaet jadi mulai dari situ timbul lah keinginan untuk bisa menjadi perawat agar nanti nya bisa merawat mama dan orang lain yang membutuhkan. Setelah lulus dari SDN 005 lubuk baja saya melanjutkan di SMP N 17 batam, untuk prestasi di bidang akademis pun masih tetap sama alhamdulillah selalu masuk di kelas unggulan dan dapat peringkat karena hanya itu yang bisa saya berikan sebagai penawar lelah orang tua saya. Sejak SMP mulai lah terbiasa untuk berorganisasi waktu itu saya menjabat sebagai bendahara osis, dan sering tampil sebagai MC disetiap acara sekolah bahkan pernah mengikuti lomba penyiar cilik batam TV( gak tau kenapa jadi hoby aja dan seneng banget kalo jd MC)

Setelah lulus dari SMPN 17 saya melanjutkan ke SMK WIDYA batam dan mengambil jurusan keperawatan yang sudah menjadi cita-cita dari kecil. Dan sejak masuk SMK mama lebih lagi menekan kan untuk selalu giat belajar. cara mama memotivasi saya dengan bilang “kalau kamu bisa tetap bertahan jadi juara mama janji kemanapun kamu minta kuliah mama ikutin”

Seneng banget dan itulah motivasi agar saya tetap bisa mempertahankan juara nya karena keinginan saya bukan kuliah di batam tapi di luar batam. Alasan nya, karna saya ingin belajar mandiri
Setelah lulus, akhirnya meskipun saya tau ayah dan dan mama berat untuk melepas saya kuliah di kota orang tapi mereka tetap mendukung dan selalu mendo’a kan
Sejak masuk kuliah saya selalu menanamkan dalam hati saya bahwa saya harus bisa berprestasi juga di sini, karena cuma itu yang menjadi obat lelah orang tua saya. dan waktu saya memasuki semester kedua, saya memutuskan untuk meninggalkan kuliah saya dan pulang ke batam untuk merawat mama yang pada saat itu sakit keras.

4 hari setelah kepulangan saya ke batam, alhamdulillah saya bisa merawat nya tapi takdir berkata lain saya harus kehilangan beliau selama lamanya, orang yang paling saya cinta, yang selalu jadi motivator saya. Setelah mama meninggal saya langsung di hubungi pihak kampus agar segera melanjutkan saja kuliah nya, begitu pun ayah dan keluarga, namun saya menolak karna pada saat itu saya sudah putus asa dan gak mau lagi untuk meninggal kan ayah saya karna hanya ayah yang midah punya. Tapi ayah terus membujuk, akhirnya saya coba untuk sholat istiqhoroh dan jawaban yang saya temukan adalah saya tetap harus melanjutkan perjuangan di solo.
Setelah kepergian mama sempat nilai agak menurun karna saya berpikir bahwa saya sudah kehilangan orang yang selalu memotivasi saya. tapi akhirnya saya sadar bahwa saya masih punya 1 malaikat (ayah) Saya tetap harus memberikan yang terbaik untuk ayah.

Dan pada saat saya akan wisuda hati saya kembali bersedih kerna tau ayah tidak bisa hadir pada saat itu krna sakit, tgl 16 Agustus 2017 saya wisuda tanpa ayah dan ibu. sedih sekali tentu rasanya

Apalagi ketika tau saya mendapatkan CUMLOUDE bukan bahagia yang saya rasakan saat itu. tapi sedih karena 2 malaikat saya tidak bisa melihat saya berdiri di depan. Tapi saya tetap bersyukur karena prestasi itulah yang pasti nya di harapkan oleh almh mama dan ayah.

Hamida Siregar merupakan salah satu anak Didik dari DSNI Amanah ketika sebelum Melanjutkan Kuliah Di solo “Alhamdulillah saya senang sekali, bersama DSNI Amanah sangat banyak manfaat yang saya terima, keceriaan dan kemudahan hingga saya bisa seperti ini
Terimakasih banyak untuk seluruh donatur semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya, dan Do’a setulus hati teruntuk seluruh pengurus DSNI Amanah semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan serta rezeki yang Barokah sehingga tetap bisa terus berkarya di DSNI Amanah yang selalu membentangkan kabaikan

Nilai manfaat yang ada bisa kami terima dan rasakan, hingga saya bisa masuk perguruan tinggi di surakarta di Akademi keperawatan Insan Husada. Saat ini sudah wisuda mohon Doa dan dukunganya. Salam (Hamida Siregar)

Share Button
Lewat ke baris perkakas