NENEK MARYATUN PENJUAL MAINAN

19024957_1174042519374312_1556461597293345071_oUsia senja harusnya menjadi usia dimana setiap orang bisa beristirahat dan focus menjalankan ibadah, tapi hal ini tidak dirasakan Oleh Nenek maryatun, diusianya yang sudah Sepuh, beliau masih harus bekerja keras untuk sekedar membeli obat. Nenek Mayatun di Usia Senja Nenek maryatun berjualan Mainan anak-anak di depan SD, “ Jualan Sekarang Sepi Nak, Anak-anak SD Tidak boleh lagi jajan diluar pekarang sekolah, kalo dapet hanya cukup untuk beli beras, Makannya pake Garem” Cerita nenek Maryatun.

Suami Nenek Maryatun bekerja sebagai Kuli Bangunan, Sebulan Hanya digaji Rp.800.000,- sebelum di potong dengan hutang di proyek. Tak jarang bapak suwarno suami nenek maryatun hanya membawa 150 ribu. Hal ini terjadi karena 5 tahun lalu nenek maryatun mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi sehingga harus berhutang untuk biaya berobat.

Saat ini nenek maryatun tinggal bersama Cucunya, ia juga menyekolahkan cucunya yang saat ini mau masuk SMK. Nenek Maryatun selalu Ikhlas menjalani kehidupannya, baginya saat ini Cucunya Harus bisa sekolah dengan baik. “Walau saya hidupnya sulit. cucu saya harus Sekolah, Orang tua nya sudah nggak mau peduli Nak” Cerita Nenek Maryatun sambil menangis.

Alhamdulillah, Dibulan Ramadhan Ini, DSNI bisa membantu Nenek Maryatun untuk berobat. Nenek maryatun mengucapkan banyak terima kasih, dan mendoakan agar Para Donatur senantiasa diberikan kelancaran rezeki dan Pahala dari Allah.

Share Button
Lewat ke baris perkakas